Skip to main content

Penggelapan Uang Titipan Keluarga:
Analisis Unsur Delik dan Langkah Hukum

Penggelapan uang titipan oleh anggota keluarga, apakah bisa dipidana? Simak analisis unsur penggelapan, perbedaan perdata dan pidana, serta langkah somasi, laporan polisi, dan gugatan perdata menurut KUHP 2023.

Penggelapan Uang Titipan Keluarga: Analisis Unsur Delik dan Langkah Hukum | ALO Advokat
Diterbitkan: 5 Agustus 2026 | Diperbarui: 5 Agustus 2026
0
Oleh: A*** S****
Pertanyaan:
Assalamualaikum.. Selamat malam...

Mohon pencerahannya Bapak/Ibu Penasihat Hukum di Alo Advokat.
Saya menitipkan uang di rekening salah satu anggota keluarga sejak Januari 2025 tanpa ada perjanjian tertulis karena murni atas dasar rasa percaya. Pada Juni 2026 lalu, saya meminta uang tersebut dikembalikan, namun dia beralasan uangnya sudah habis. Dia terus mengumbar janji untuk mengganti tanpa ada bukti kesepakatan tertulis. Saat saya tagih kembali bulan ini, dia malah berjanji baru bisa mengembalikan di Januari 2027 nanti, padahal uang tersebut sangat mendesak dan sedang saya butuhkan.

Saya sempat berkonsultasi ke pihak kepolisian, tetapi saya disuruh membuktikan aliran dana tersebut dengan membawa fotokopi rekening koran miliknya. Tentu orang tersebut tidak akan mau memberikan rekening korannya secara sukarela. Pihak kepolisian kemudian menyarankan mediasi.

Menurut saya, tindakan orang tersebut sudah jelas merupakan penggelapan. Apa langkah hukum yang harus saya lakukan? Sebab jika mediasi, dipastikan dia hanya akan sanggup mencicil Rp1.000.000/bulan, sementara nominal yang saya titipkan sangat besar dan saya tidak sepakat. Mohon solusinya agar kasus ini bisa masuk ke ranah pidana. Terima kasih.

Jawaban:

Terima kasih telah menghubungi Akmal Law Office melalui aloadvokat.com.

Berdasarkan kronologi yang Anda sampaikan, uang diserahkan sebagai titipan pada Januari 2025. Saat diminta kembali pada Juni 2026, penerima menyatakan uang tersebut sudah habis dan menjanjikan penggantian pada Januari 2027. Rangkaian ini memberi dasar untuk mengajukan pengaduan atas dugaan penggelapan. Pokok yang perlu diterangkan ialah bahwa uang diserahkan untuk dititipkan, bukan untuk dihabiskan oleh penerima, dan kewajiban mengembalikannya tetap diakui oleh penerima.

Anda tidak harus menunggu sampai Januari 2027 untuk menempuh langkah hukum. Siapkan bukti penyerahan uang, tujuan penitipan, permintaan pengembalian, serta pernyataan penerima bahwa uang telah habis. Rekening koran milik penerima bukan dokumen yang harus Anda peroleh sendiri sebelum membuat pengaduan.

1. Kualifikasi Hubungan Hukum sebagai Penitipan Uang

Uraian Anda menyebut penyerahan uang sebagai penitipan berdasarkan kepercayaan. Pasal 1694 KUHPerdata menempatkan penitipan sebagai hubungan hukum ketika seseorang menerima barang dari pihak lain dengan kewajiban menyimpan dan mengembalikannya. Tujuan penyerahan inilah yang membedakan penitipan dari pemberian atau pinjaman yang boleh digunakan penerima untuk kepentingannya sendiri.

Tidak adanya perjanjian tertulis tidak menghapus kemungkinan pembuktian hubungan hukum tersebut. Bukti transfer, percakapan sebelum dan sesudah uang diserahkan, permintaan pengembalian, serta jawaban penerima yang menyebut uang telah habis dan akan diganti dapat dipakai untuk menunjukkan tujuan penitipan dan pengakuan kewajiban mengembalikan.

Dalam pengaduan, uraikan dengan runtut tanggal penyerahan, jumlah uang, rekening tujuan, maksud penitipan, tanggal penagihan, jawaban penerima, dan janji pembayaran Januari 2027. Jika ada lebih dari satu kali transfer, cantumkan setiap tanggal dan jumlahnya secara terpisah.

2. Penerapan Unsur Tindak Pidana Penggelapan

Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur penggelapan terhadap barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, yang berada dalam penguasaan pelaku bukan karena tindak pidana, lalu dimiliki secara melawan hukum. Ancaman pidananya berupa penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak kategori IV.

Unsur pasal tersebut dapat dipetakan terhadap kronologi Anda sebagai berikut:

  1. Barang milik orang lain: Uang berasal dari Anda dan diserahkan kepada anggota keluarga tersebut untuk dititipkan.
  2. Penguasaan bukan karena tindak pidana: Penerima mendapatkan uang melalui penyerahan sukarela berdasarkan kepercayaan, bukan melalui pencurian atau perbuatan pidana lain.
  3. Memiliki secara melawan hukum: Pernyataan bahwa uang sudah habis perlu dihubungkan dengan tujuan penitipan dan ada atau tidaknya izin dari Anda untuk memakai uang itu. Apabila dana digunakan untuk kepentingan penerima tanpa hak, keadaan tersebut relevan untuk menunjukkan unsur penggelapan.

Pengakuan penerima mengenai uang yang sudah habis dan janji mengganti pada Januari 2027 merupakan bagian penting dari rangkaian pembuktian. Simpan pesan atau rekaman yang memuat pernyataan tersebut dalam bentuk asli, lengkap dengan tanggal, identitas akun atau nomor telepon, dan konteks percakapannya.

Ketentuan waktu berlakunya hukum pidana: UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional berlaku sejak 2 Januari 2026. Dasar analisis dugaan penggelapan dalam penanganan perkara ini adalah Pasal 486 KUHP Nasional, sedangkan ketentuan delik aduan dalam hubungan keluarga merujuk Pasal 490 juncto Pasal 481. Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023, sebagaimana diubah melalui UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, menetapkan bahwa peraturan baru diberlakukan ketika terjadi perubahan hukum pidana setelah perbuatan dilakukan, kecuali ketentuan lama lebih menguntungkan pelaku. Dengan demikian, KUHP Nasional menjadi dasar penerapan awal meskipun perbuatan yang dilaporkan diduga terjadi sebelum 2 Januari 2026. Pengecualian hanya berlaku jika ketentuan lama terbukti lebih menguntungkan pelaku berdasarkan asas lex mitior.

3. Ketentuan Delik Aduan dalam Hubungan Keluarga

Pasal 490 KUHP menerapkan ketentuan Pasal 481 terhadap tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486 sampai dengan Pasal 489. Pasal 481 mengatur bahwa penuntutan untuk penggelapan dalam hubungan keluarga tertentu hanya dapat dilakukan atas pengaduan korban, termasuk apabila pelaku merupakan keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus maupun garis menyamping sampai derajat kedua.

Ketentuan khusus juga berlaku terhadap suami atau istri dalam keadaan yang disebutkan Pasal 481. Jika pelaku adalah suami atau istri korban yang tidak terpisah meja dan tempat tidur atau tidak terpisah harta kekayaan, pasal tersebut menentukan bahwa penuntutan pidana tidak dilakukan. Jika kondisi pemisahan yang diatur pasal terpenuhi, penuntutan mensyaratkan pengaduan korban.

Karena kronologi hanya menyebut “anggota keluarga”, sebutkan secara jelas hubungan Anda dengan penerima, misalnya orang tua, anak, saudara kandung, atau hubungan keluarga lainnya. Informasi tersebut menentukan penerapan Pasal 490 juncto Pasal 481. Apabila hubungan tersebut termasuk kategori delik aduan, nyatakan secara tegas kepada petugas bahwa Anda mengajukan pengaduan sebagai korban, bukan hanya meminta konsultasi lisan.

4. Alat Bukti yang Dapat Diserahkan kepada Kepolisian

Mulailah dengan bukti yang berada dalam penguasaan Anda. Anda tidak perlu menunda pengaduan hanya karena tidak memiliki rekening koran penerima.

  1. Bukti transaksi dari rekening Anda: siapkan rekening koran, bukti transfer atau mutasi yang menunjukkan tanggal, jumlah, nama penerima, dan nomor rekening tujuan. Minta bank menerbitkan bukti transaksi apabila salinan yang tersedia kurang jelas.
  2. Percakapan mengenai penitipan dan pengembalian: simpan pesan yang menunjukkan bahwa uang diberikan sebagai titipan, bukan hadiah, serta pesan yang memuat permintaan pengembalian, pernyataan uang sudah habis, dan janji menggantinya.
  3. Catatan kronologi: buat tabel tanggal penyerahan, nominal, tujuan transfer, tanggal penagihan, jawaban penerima, dan saksi yang mengetahui penyerahan atau penitipan uang.
  4. Dokumen elektronik: simpan percakapan asli dan ekspornya, jangan hanya mengandalkan potongan tangkapan layar. Untuk rekaman percakapan, pertahankan file asli dan konteksnya, serta sampaikan cara rekaman tersebut diperoleh.

Informasi rekening milik penerima yang berada di luar penguasaan Anda dapat dimintakan melalui prosedur yang berwenang apabila dibutuhkan dalam penanganan perkara. Sampaikan nomor rekening tujuan yang terlihat pada bukti transfer Anda dan jelaskan alasan mutasi rekening penerima relevan dengan aliran uang. Jangan mencoba memperoleh akses ke rekening pihak lain tanpa hak.

5. Langkah Pengaduan dan Kedudukan Mediasi

Ajukan laporan atau pengaduan secara tertulis melalui SPKT kepolisian dengan membawa identitas diri, bukti transfer, percakapan, catatan kronologi, dan identitas penerima. Uraikan dugaan perbuatan secara terperinci: uang diserahkan sebagai titipan, penerima kemudian menyatakan uang telah habis, dan pengembalian ditunda sampai Januari 2027. Mintalah tanda terima atau nomor registrasi pengaduan.

Jika hubungan keluarga termasuk kategori delik aduan, sampaikan secara tegas bahwa dokumen yang diajukan merupakan pengaduan dari korban. Lampirkan bukti hubungan keluarga apabila tersedia. Minta petugas mencatat hubungan tersebut karena menentukan berlakunya Pasal 490 juncto Pasal 481 KUHP.

Saran mediasi dari kepolisian tidak mewajibkan Anda menerima cicilan Rp1.000.000 per bulan apabila jumlah dan jangka waktu itu tidak Anda setujui. Mediasi merupakan pilihan penyelesaian. Jika Anda bersedia berunding, cantumkan jumlah kewajiban, tanggal pembayaran, skema cicilan, konsekuensi keterlambatan, serta pengamanan pembayaran dalam kesepakatan tertulis. Jangan menandatangani kesepakatan yang tidak sesuai dengan persetujuan Anda.

Somasi dapat dikirimkan untuk menegaskan tuntutan pengembalian, jumlah yang harus dibayar, dan batas waktu pemenuhan. Somasi bukan prasyarat untuk mengajukan laporan atau pengaduan pidana. Simpan salinan surat dan bukti pengirimannya sebagai bagian dari dokumentasi perkara.

6. Pemulihan Uang melalui Jalur Perdata

Selain pengaduan pidana, Anda dapat menempuh jalur perdata untuk menuntut pengembalian uang. Dasar gugatan ditentukan oleh hubungan hukum dan perbuatan yang dapat dibuktikan. Jika tuntutan bertumpu pada kewajiban mengembalikan uang yang berasal dari hubungan perjanjian, dasar wanprestasi dapat dipertimbangkan. Jika terdapat perbuatan melawan hukum yang memenuhi unsur Pasal 1365 KUHPerdata, dasar tersebut dapat dianalisis berdasarkan uraian perbuatan dan kerugian.

Gugatan sederhana hanya relevan apabila nilai tuntutan dan persyaratan para pihak serta jenis sengketanya memenuhi Peraturan Mahkamah Agung tentang tata cara penyelesaian gugatan sederhana. Jika syaratnya tidak terpenuhi, gugatan perdata biasa dapat dipertimbangkan. Pilihan jalur perdata perlu dirancang untuk memperoleh pengembalian dana, sedangkan pengaduan pidana ditujukan agar dugaan tindak pidana diperiksa oleh aparat yang berwenang.

Kesimpulan

Berdasarkan kronologi yang disampaikan, terdapat dasar untuk mengajukan pengaduan atas dugaan penggelapan. Bukti awal yang utama adalah transaksi keluar dari rekening Anda, bukti bahwa uang diberikan sebagai titipan, permintaan pengembalian, serta pernyataan penerima bahwa uang sudah habis dan akan diganti. Anda tidak perlu memperoleh rekening koran penerima secara mandiri untuk mulai menyampaikan pengaduan.

Cantumkan hubungan keluarga dengan penerima secara tepat karena Pasal 490 juncto Pasal 481 KUHP Nasional dapat mensyaratkan pengaduan korban. Untuk penilaian pidana, Pasal 486 KUHP Nasional menjadi dasar analisis awal sesuai Pasal 3 ayat (1) mengenai perubahan hukum pidana, dengan pengecualian hanya apabila ketentuan lama lebih menguntungkan pelaku. Penawaran cicilan tidak wajib Anda terima tanpa kesepakatan. Jika pengembalian dana tidak terlaksana, jalur perdata dapat ditempuh untuk menagih kewajiban tersebut.

FAQ

Apakah uang titipan tanpa perjanjian tertulis dapat dilaporkan sebagai dugaan penggelapan?

Hubungan penitipan dapat dibuktikan dengan bukti transfer, percakapan mengenai tujuan penyerahan, permintaan pengembalian, serta pengakuan penerima. Dokumen tertulis bukan satu-satunya sarana untuk menjelaskan hubungan hukum. Susun bukti tersebut dalam kronologi dan sampaikan pengaduan berdasarkan dugaan penggunaan uang tanpa hak.

Apakah harus menunggu sampai Januari 2027 untuk membuat pengaduan?

Janji mengembalikan uang pada Januari 2027 tidak mengharuskan Anda menunggu apabila rangkaian peristiwa yang disampaikan telah menimbulkan dugaan tindak pidana. Kumpulkan bukti penitipan, penagihan, pernyataan uang habis, dan janji penggantian lalu ajukan laporan atau pengaduan sesuai hubungan hukum dan ketentuan yang berlaku.

Apakah korban harus membawa rekening koran milik penerima?

Bukti transfer atau mutasi dari rekening Anda sendiri merupakan dokumen awal yang dapat menunjukkan aliran dana keluar dan rekening tujuan. Jika mutasi rekening penerima dibutuhkan, sampaikan informasinya kepada penyidik agar diperoleh melalui mekanisme yang berwenang sesuai peraturan perbankan dan prosedur hukum.

Apakah dugaan penggelapan oleh anggota keluarga merupakan delik aduan?

Pasal 490 juncto Pasal 481 KUHP mengatur ketentuan pengaduan untuk hubungan keluarga tertentu, termasuk keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus dan garis menyamping sampai derajat kedua. Hubungan yang tepat antara Anda dan penerima harus dicantumkan agar ketentuan tersebut dapat diterapkan secara benar.

Apakah saya wajib menerima cicilan Rp1.000.000 per bulan dalam mediasi?

Kesepakatan cicilan memerlukan persetujuan para pihak. Anda tidak wajib menandatangani kesepakatan pembayaran yang tidak Anda terima. Jika memilih mediasi, pastikan jumlah, jangka waktu, jadwal pembayaran, dan akibat keterlambatan tertulis dengan jelas.

Apakah pengembalian uang dapat dituntut melalui gugatan perdata?

Tuntutan pengembalian dapat diajukan melalui jalur perdata dengan dasar yang disesuaikan pada hubungan hukumnya. Wanprestasi dapat dipertimbangkan jika tuntutan bersumber dari kewajiban perjanjian, sedangkan Pasal 1365 KUHPerdata relevan apabila unsur perbuatan melawan hukum terpenuhi. Pemilihan gugatan sederhana bergantung pada persyaratan dalam peraturan yang berlaku.

Dasar Hukum

Tim kami dapat membantu melakukan analisis awal perkara, penyusunan somasi, negosiasi penyelesaian sengketa, hingga pendampingan dalam proses litigasi apabila diperlukan.

Disusun oleh:
Tim Hukum ALO Advokat

Direview dan disetujui oleh:
Adv. P. Akmal Sapriant, S.H.

Disclaimer:
Uraian ini merupakan analisis hukum awal berdasarkan kronologi yang disampaikan. Penentuan langkah lanjutan perlu disesuaikan dengan dokumen, waktu terjadinya perbuatan, hubungan keluarga para pihak, serta ketentuan hukum yang berlaku.